Pages


Tampilkan postingan dengan label kereta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kereta. Tampilkan semua postingan

Yaa.. Begitulah.. :)

Liburan singkat tiga hari kemarin, saya hanya melakukan beberapa hal di rumah. Selain bermanja-manja ria sama keluarga, ada beberapa hal yang "nyantol" di hati. jiaaahhh.... :D

Hal perama adalah perburuan tiket kereta api. Tidak seperti biasanya, kalo mau naik kereta api sekarang itu nggak semudah kayak tempo doeloe. Kalo jaman dulu, kapan aja mau berangkat, tinggal beli tiketnya. Kalo pake kereta rakyat a.k.a kelas ekonomi, asal mau berdiri atau duduk di bawah, sebanyak apapun penumpangnya pasti keangkut deeeh. Sekarang?? Oooww..tidda bissaaaa... walaupun cuma pulang sehari, tapi sebisa mungkin pesen tiketnya sebulan sebelumnya, ckckck..
Nyari tiket buat balik ke Jogja tanggal enam kemarin emang gila-gilaan. Di jatinegara abis, di Ps.Senen abis. Mau kereta rakyat atau kereta konglomerat semua tiket udah pada abis. Walaupun nggak tau juga sampenya ke tangan calon penumpang langsung atau ke calo. Akhirnya nekat nyari ampe ke Bekasi. Pikir -bodoh- saya kemarin itu, Bekasi kan jumlah penduduknya nggak sebanyak jakarta. #Eh pliiisss deh piii...dikit nya Bekasi juga udah mirip-mirip Jakarta kaleee... Yah, akhirnya perjalanan pertama saya pake Komuter Jabodetabek kemarin sia-sia. Karena akhirnya tetep aja nggak dapet, beralihlah ke model transportasi lain : bus.

Eh tapi nggak sia-sia juga ding. Kalo nggak nyari ampe Bekasi belum tentu saya nyobain naik Komuter. Nggak lucu aja, orang Jakarta tapi belum pernah nyobain Komuter Jabodetabek itu.

Street Musicians

Selamat hari raya Idul Adha everybody… Telat sih ngucapinnya, gak apa-apa lah yaaa… bau-bau kambing or satenya masih ada kan??hehehe…

Well, libur Idul adha kemarin saya memutuskan untuk pulang. Agak nekat memang. Hari selasanya ujian tengah semester baru mulai, tapi tiga hari sebelumnya saya malah bepergian jauh.

Pulkam kemarin sebenernya bukan hanya karena ingin shalat Ied bersama keluarga, tapi lebih karena kewajiban bayar pajak motor yang udah mau habis masa berlakunya. Daripada besok-besok nggak ada kesempatan, jadi yaaa….kemarin itu disempet-sempetin sekalian ada moment lebaran-haji, jadi bisa kumpul sama seluruh anggota keluarga. Alhamdulillah yah… :D

As usual, saya pulkam naik kereta api. Dari dulu saya selalu menikmati perjalanan dengan si ular besi dan punya semacam sugesti tentangnya ; “there always a story in train…” :)

Yup, saya memang lebih sering naik kereta ekonomi dibanding yang lainnya. It’s ok and I enjoyed it. Ada beberapa hal yang khas tentang kereta rakyat ini, dua yang paling umum adalah tukang asongan, dan para pengamennya. Eh, tambah satu lagi ding, para bencongnya. *eaaaa….

Saya punya pengalaman tidak enak tersendiri dengan para bencong, khusunya yang ada di atas kereta. Kalo pengamennya, ada beberapa diantara mereka yang cukup menarik perhatian, ada yang dari suaranya, penampilannya, ataupun “alat” yang digunakan mereka untuk menghasilkan bunyi-bunyian.

Pengamen yang saya jumpai di kereta kemarin misalnya. Dia seorang perempuan, masih sangat muda dan penampilannya sangat rapi, tidak seperti kebanyakan pengamen. Saya menduga, motifnya mengamen bukan hanya mengais rezeki. Terbukti dari gitarnya yang sangat bagus, mulus, tidak lusuh seperti biasanya. Masih dengan sampul yang sangat bersih. Dia juga “nye-tem” gitarnya sendiri, dengan gaya seperti musisi professional, mencoba apakah bunyi yang dihasilkan gitarnya enak ditangkap telinga. Dan ketika dia mulai bernyanyi, she prooved it. Suaranya lumayan bagus, dan terihat sepenuh hati waktu menyanyi. Sayang, lagu-lagu yang dibawakannya banyak diambil dari band-band baru di Indonesia yang jarang saya tau. Jadi kesannya berkurang deh.

Meneracau Di Atas Kereta

Lagi-lagi di kereta, Hmm..sejak memantapkan diri jadi bagian kota budaya dan kota pelajar ini aku jadi sering “main” ke stasiun, bolak-balik rumah-sekolah, dan entah untuk yang keberapa kalinya aku menaiki si ular besi ini. Bagi diriku sendiri, banyak perasaan emosional yang tercipta di atas gerbong ini, dari sedih, senang, haru, kasihan, sebel, ngantuk, capek, dan bosan.

kata mbah gugel sih ini gmbar keretanya.
Banyak juga kejadian aneh yang sudah kualami disini, dari tragedi diinjek bencong, jadi “actor film action”, sampe tersedu sedan terharu mendengarkan karya sastrawan besar WS Rendra “Sajak Sebatang Lisong” yang dibawakan dengan sangat bagus oleh para seniman jalanan, ah, mungkin mereka seniman gerbong. Whatever.

Sore ini, aku naik kereta dengan perasaan lain, galau (huek, bahasanya..) Gak tau juga apa sebenarnya yang dikhawatirin, mungkin keadaan simbah yang kutinggalkan, mungkin juga yang lain. Tau deh, biasanya kalo dah melo-melo gini

Another Story on Train :p

Never thought in my mind that I will have an amazing experience like this : acting as a movie action actor..on a train??wew..

One day, eh..one night, about 7 p.m my father picked me up from my boarding school, because it was my odd semester holiday. He said to me that we had to go home at that night -not waiting until the other day's come as usual- because coincidentally, my father had an important job in the next day.

Unfortunately, there was no train which has a night journey and stopped at the nearest train station. Please understandable, that my boarding house is located in the small town, hoho. My father asked to the station keeper, and then he answered that if we were really want to take a train that night, there's still a possibility for us. But, we had to have a courage to do it. Hmmm..why should we do have a courage to take a train??

Apparantly, he explained that we had to "jump" to the train which has given a code by him so it will run slowly when it pass the station. Oh my God!! I couldn't imagine at that time.Finally, after thinking for a while, my father decided : we had to go home that night which is mean "we had to jump to the train in yhe middle of the night!!" oh nooo...

Train and Another Foolness

Sudah kubilang, aku merasa banyak hal gokil, gila, dan aneh yang terjadi dalam hidupku. Entah perasaanku saja atau memang benar adanya. Ada beberapa kejadian di atas kereta api ekonomi (well, emang sering bolak balik naik ini sih..) yang membuatku terkikik geli setiap kali aku mengingatnya. Aku memang hampir selalu menggunakan si ular besi ini setiap kali bepergian jauh seperti ke rumah simbah dan saudara-saudara di luar Jakarta. Kami -aku dan kedua kakakku- selalu excited setiap kali pergi ke rumah simbah. Bukan karena ketemu mbahnya, tapi karena naik kereta apinya, hihihi. Gak tau kenapa, suka aja.

Jejingkrakan sebelum berangkat itu pasti. Walaupun akhirnya baru naik sebentar juga kita semua langsung pada, hehehe.. namanya juga anak kecil. Tak peduli seberapa sesaknya kereta yang akan kami naiki, aku tetap senang. Dan kami selalu berebut kursi yang paling pojok dekat jendela (kalo kebagian bangku) yah..maklum saja, di kereta api kelas ekonomi bangkunya bebas milih. Ciri khas lain dari kereta ini adalah bisa dikira-kira bahwa jumlah pedagang asongan dkk sama jumlahnya bahkan mungkin lebih dari penumpang kereta itu sendiri. Dan lagi-lagi aku suka!! Pernah beberapa kali naik kereta bisnis, tapi yah...tidak begitu menyenangkan, sepi. Pokoknya so much fun lah di economy class. ;D

Contohnya saja perjalananku ke Jakarta waktu libur semester satu

Kemana aja boleeehh.. yang penting oke..!!!

Hmm.. segarnya udara di halaman blog ini, hehehe... setelah sekian lama (baru juga beberapa hari neng!!) gak ngutak ngatik, rasanya jari-jari kaki, eh..tangan ini ingin beradu cepat memijit si keyboard, hihihi...

Memang beberapa hari kemarin aku pulang ke Jakarta, perihal urus-urus STNK (bayar pajak, de el el yang bikin aku sedikit mual membayangkan kemana larinya semua itu). Tapi aku senang, karena kepulanganku kemarin bukan hanya sekedar memberi suntikan ke Gayus and the gank doank, tapi mau ketemu keluargaku juga, yang entah kenapa walaupun sudah sekitar 20 tahun bersama mereka, aku tidak pernah merasa bosan sedikitpun!! (ya iyalaaah..). Terutama adikku yang paling kecil, Ayashun panggilannya. Makin mengada-ada saja tingkah lakunya yang bikin aku ngakak. Dari nyanyi lagu "keong racun" dengan versi anak kecil (senangkepnya mereka) "...ayo goda diriku, ayo culik diriku.." hahahaha... Ya ampun ni bocah. Sampe ngikutin kalimat yang lagi ngetren disana, misalnya aja waktu aku nanya "ayash, mau main kemana?", spontan dia menjawab, "kemana aja boleeh...yang penting oke!!". Kemudian dia langsung ngacir meninggalkan aku yang melongo di dapur.

Atau, waktu aku nanya dengan sepenuh hati dan