Pages


Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

ลาก่อน

jogja
kota sejuta cerita,
seribu tawa, canda, juga cinta...

fajarnya menawarkan kedamaian
teriknya menyemarakkan perjuangan
senjanya manghadirkan kesyahduan
dan gelapnya memanjakan kerinduan

di tepian kota ini aku mengenalmu
mengenalmu dan mengenal jogjaku,
semua terasa menyatu..
sendu, pilu, namun syahdu

ada kalanya salah melangkah,
pun juga kehilangan arah
namun mengingatnya,
tetap kurasa indah..

malam ini, hati tak tentram
tak dapat terpejam dalam pekat malam
sepanjang jalan lampu temaram
terus berlinang, tak kuasa memendam

entah kapan kau pijakkan kaki di kota ini lagi
atau mungkin tak kan pernah walau sekali?

jogja
kota sejuta cerita,
seribu tawa, canda, juga cinta...

Que sera, sera..

Yogyakarta, May 22, 2013 

Yaa.. Begitulah.. :)

Liburan singkat tiga hari kemarin, saya hanya melakukan beberapa hal di rumah. Selain bermanja-manja ria sama keluarga, ada beberapa hal yang "nyantol" di hati. jiaaahhh.... :D

Hal perama adalah perburuan tiket kereta api. Tidak seperti biasanya, kalo mau naik kereta api sekarang itu nggak semudah kayak tempo doeloe. Kalo jaman dulu, kapan aja mau berangkat, tinggal beli tiketnya. Kalo pake kereta rakyat a.k.a kelas ekonomi, asal mau berdiri atau duduk di bawah, sebanyak apapun penumpangnya pasti keangkut deeeh. Sekarang?? Oooww..tidda bissaaaa... walaupun cuma pulang sehari, tapi sebisa mungkin pesen tiketnya sebulan sebelumnya, ckckck..
Nyari tiket buat balik ke Jogja tanggal enam kemarin emang gila-gilaan. Di jatinegara abis, di Ps.Senen abis. Mau kereta rakyat atau kereta konglomerat semua tiket udah pada abis. Walaupun nggak tau juga sampenya ke tangan calon penumpang langsung atau ke calo. Akhirnya nekat nyari ampe ke Bekasi. Pikir -bodoh- saya kemarin itu, Bekasi kan jumlah penduduknya nggak sebanyak jakarta. #Eh pliiisss deh piii...dikit nya Bekasi juga udah mirip-mirip Jakarta kaleee... Yah, akhirnya perjalanan pertama saya pake Komuter Jabodetabek kemarin sia-sia. Karena akhirnya tetep aja nggak dapet, beralihlah ke model transportasi lain : bus.

Eh tapi nggak sia-sia juga ding. Kalo nggak nyari ampe Bekasi belum tentu saya nyobain naik Komuter. Nggak lucu aja, orang Jakarta tapi belum pernah nyobain Komuter Jabodetabek itu.

Gado-Gado

Heran, setiap berselancar di dunia maya, apapun itu tujuan awalnya pasti ujung-ujungnya waktu saya lebih banyak tersita di sini, di blog saya ini. Pasti alurnya seperti ini : dateng --> duduk --> buka fb bentar --> bales-bales komen, tulis status --> buka blog --> blog walking. Nah, ini dia nih yang bikin lama, biaanya kalo udah mampir ke blog temen-temen nggak ada berhentinya, kalo liat judul link temen-temen mereka yang menarik, entah lucu, aneh, atau misterius, biasanya aku langsung meluncur dan ujung-ujung nya kalo emang isi blognya ternyata bagus ya langsung follow en lanjut baca beberapa postingan mereka terdahulu, weleh-weleh..gimana nggak lama coba?

Kayak hari ini, berhubung ini minggu aktif kuliah terakhir, jadi tugas akhir pun banyak yang minta diselesein. Kalo cuma dari buku referensinya yaa..sama kayak temen-temen aja. Apalagi tugas yang satu ni harus ada data-data  dari BPS nya, jadi ya..nge-net aja lah. Alih-alih ngerjain tugas, malah berakhir nyasar di blog orang-orang, hadeeeeh. Bener-bener buruk nih manajemen waktunya. --''.

Hasil blog walking tadi lumayan banyak ragamnya. Si YeN lagi sakit gondongan katanya. Kalo dulu sih waktu sakit gitu aku dilulurin pake "blao". Ada yang tau nggak sih obat mujarab macam apakah itu? hahahaha. Itu bukan obat sebenernya. Itu tuh semacem sabun *atau bukan ya?* pokoknya buat mutihin baju sama ibuku dulu. Warnanya biru, kotak kecil gitu. Heran juga, kenapa yang bakal mutihin baju warnanya malah biru? kalo sekarang kan ada bay**in, atau nggak apa lah itu yang di botol-botol warnanya putih bening. Kalo itu kan masuk akal, warnanya aja bening... hehehe. Ngomong apa sih? yaah, pokoknya tak doain ajalah semoga si YeN cepet sembuh.. ^^

Mr.Crack a.k.a Pak B.J.Habibi

Kemaren udah cerita tentang kang abik, sekarang mau cerita tentang bapak tekhnologi Indonesia : Mr.Habibi... :))

Yah..ceritanya hari kamis tanggal 26 Mei 2011 yang lalu, UGM ngadain seminar gratis untuk umum. Seminar tersebut adalah salah satu acara dalam rangkaian dies natalisnya UGM yang ke berapaaa..gitu, hehehe, lupa. Tema yang diangkat adalah "Membangun Daya Saing Bangsa, Tantangan dan Pilihan". Tempatnya di gedung Graha Sabha Permana. Untuk pesan tempat duduk caranya cukup kirim e-mail ke alamat tertentu berisikan nama, fakultas, univ, dan nomer telpon kita. Tapi buat yang nggak sempet, sebenernya juga nggak apa-apa kok, langsung dateng aja, kayak saya, hihihihi.

Karena menurutku pembicaranya adalah orang yang paling jenius di negeri ini, jadi, rasanya tidak sayang mengorbankan satu presensi di mata kuliah AHDB, hehehe, maap ya pak Budi.. So, datanglah aku ke acara itu. Telat sekitar tiga puluh menit ternyata acara baru saja dimulai. Sang moderator baru saja memberikan sedikit muqadimah tentang Pak Habibi, perkembangan teknologi di Indonesia, dan persaingan di dunia. Mencari tempat duduk untuk satu orang di gedung seluas itu tidaklah sulit. Fortunately, aku dapet satu kursi tribun bagian tengah tepat di hadapan mimbar Mr.Crack itu.

Oiya, udah pada tahu kan kenapa Pak Habibi dijuluki dengan "Mr.Crack"??. Yup! menurut buku "100 Tokoh yang mengubah Indonesia", karena beliau adalah orang pertama di dunia yang menemukan teori menghitung cepatnya keretakan pada pesawat. Keren ya? :D Terharu sekali melihat dan mendengar beliau berbicara secara langsung. Suaranya yang bergetar menandakan bahwa beliau memang sudah sangat sepuh. Tapi, langkah dan gesture tubuhnya masih sangat mantap.  

Meneracau Di Atas Kereta

Lagi-lagi di kereta, Hmm..sejak memantapkan diri jadi bagian kota budaya dan kota pelajar ini aku jadi sering “main” ke stasiun, bolak-balik rumah-sekolah, dan entah untuk yang keberapa kalinya aku menaiki si ular besi ini. Bagi diriku sendiri, banyak perasaan emosional yang tercipta di atas gerbong ini, dari sedih, senang, haru, kasihan, sebel, ngantuk, capek, dan bosan.

kata mbah gugel sih ini gmbar keretanya.
Banyak juga kejadian aneh yang sudah kualami disini, dari tragedi diinjek bencong, jadi “actor film action”, sampe tersedu sedan terharu mendengarkan karya sastrawan besar WS Rendra “Sajak Sebatang Lisong” yang dibawakan dengan sangat bagus oleh para seniman jalanan, ah, mungkin mereka seniman gerbong. Whatever.

Sore ini, aku naik kereta dengan perasaan lain, galau (huek, bahasanya..) Gak tau juga apa sebenarnya yang dikhawatirin, mungkin keadaan simbah yang kutinggalkan, mungkin juga yang lain. Tau deh, biasanya kalo dah melo-melo gini

Visiting Bank of Indonesia

Tuesday, 8 February 2011

Here we are, me and some of my friends from ForSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) visited Bank of Indonesia which I located in 0 kilometer of Yogyakarta. Yup, it’s placed in the most crowded area of this culture and student city. The building was looked so amazing from the outside, everybody said that it was heritage from the colony, Dutchman.

It was the first time I visit that building. I often back towards in front of that building, but I never enter it even for once before, hehehe. I was so lazy for the first time. If not because my best friend asked me to accompany her, maybe I wouldn’t go at that time, hehe (dasar pemalas!!)

Not bad, I got pretty fair reward for fighting my laziness. Here are some informations that I got from our visiting study, some of them are new for me. Check ‘em out :

· BI isn’t like a common bank which is being a mediator between the debtor and the creditor. But the obligation of BI is to supervise all of bank in Indonesia. (hellooooo pi, I think everyone has known about it).

· There are five main rights of BI are : to make a rule, to give a permit or a policy, to supervise, and to give a fine if there’s a break of law.

· Why is BI become an important institution in our country? Because more than 85% regulation money in Indonesia centralize in

Duh Gusti...

Berawal dari keingintahuanku tentang apa yang sebenarnya membuatku berbeda dengan mereka. Bertanya tentang hal-hal kecil kepada satu dan beralih ke yang lainnya. Mencoba menangkap, memahami, membandingkan, dan memvonis diriku sendiri selama ini. Salahkah? kelirukah? tersesatkah?

Walaupun tidak sedikit paksaan yang datang, juga tarik ulur yang menjemukan. Banyak hal baru kutemui, kesadaran nyata kurasai, kebenaran haqiqi pun kujumpai.Yang ternyata semua itu sangat sulit untuk dijalani...

Duh, Gusti....
Tolong bimbing hati nurani ini...

Bakmi Jowo (Bakmi Nyeme')

Semalem ngacak-ngacak dapur lagi sama bulik.. :D
Nyoba masak Bakmi Jowo yang suka ada di pinggir jalan itu lho....hehehe
mo nyoba bikin juga?monggo..
mm..yummy... :p~




Bahan-bahan :

  • Bihun 1 pck
  • 3 butir telur
  • 3 ikat sawi hijau
  • Separuh kol (kubis)
  • Bakso 1 pck
  • Ayam (secukupnya)
  • Daun bawang
  • Bawang goreng
  • Air panas secukupnya


Bumbu-bumbu :

  • Lada secukupnya
  • Biji pala secukupnya
  • 3 siung bawang putih
  • 6-7 kemiri utuh
  • Garam



Another Story on Train :p

Never thought in my mind that I will have an amazing experience like this : acting as a movie action actor..on a train??wew..

One day, eh..one night, about 7 p.m my father picked me up from my boarding school, because it was my odd semester holiday. He said to me that we had to go home at that night -not waiting until the other day's come as usual- because coincidentally, my father had an important job in the next day.

Unfortunately, there was no train which has a night journey and stopped at the nearest train station. Please understandable, that my boarding house is located in the small town, hoho. My father asked to the station keeper, and then he answered that if we were really want to take a train that night, there's still a possibility for us. But, we had to have a courage to do it. Hmmm..why should we do have a courage to take a train??

Apparantly, he explained that we had to "jump" to the train which has given a code by him so it will run slowly when it pass the station. Oh my God!! I couldn't imagine at that time.Finally, after thinking for a while, my father decided : we had to go home that night which is mean "we had to jump to the train in yhe middle of the night!!" oh nooo...

Soekarno's Wives (the book)

I don't like the picture on the first page of this book. Eventhough some people said that it just an art or whatever. I still don't like it. Because for me as a woman, that is NOT a public consumption.T_T
Soekarno with marilyn monroe (in the last page of the book)
fyuuh..
*ok pi..just tell us about the content of the book..*

Ok..ok..there's no interesting thing from this book when I saw it for the first time, because actually I don't really interested in history. But, apparantly, I'm totally wrong. Because this book was totally success stool my heart and change my opinion about our first president, Mr. Soekarno.

As we know, Soekarno has been the most popular president in Indonesia. Not only because he was the first, but also because there are so many controvertial thing about him self along his life. Moreover, he ever said that "No one in this modern era has made much of contra feeling as my self did. I slandered like a bandit, and admired as a God".

Which group are you include in?