Pages


Let's Watch Cartoon!!!

"I'm a cartoon lover!!" it is one of sentence explained my self at the beginning.

I don't care what people saying when they related my age with it. Saking sukanya sama kartun kadang-kadang hal-hal konyol terjadi. Dari salah potong sayuran (nontonnya sambil masak), pindah jam mandi jadi malam-malam, atau menghentikan sejenak aktivitas rumah yang sedang kukerjakan such as nyuci piring, nyapu, ngepel dll. Salah seorang yang jadi risih akibat 'my strange attitude' ini adalah ibuku. Beliau selalu mengomel kalau melihat anaknya yang satu ini berhenti, termangu di depan tv sambil memegang sapu sedangkan sampah masih berkumpul -bahkan berserakan- di depan pintu kamar, atau dengan tangan belepotan busa cucian piring. Biasanya beliau berkata "Masya Allah!! kok bisa-bisanya kamu njanggleng di depan tv padahal nyapu juga belum kelar!!! malu sama umur..emang kamu masih anak TK apa???!!!" atau paling-paling beliau cuma geleng-geleng kepala sambil berkata "Spongebob lagi... Spongebob lagi...".Yah, begitulah...kalau nggak Spongebob, Avatar, Doraemon, Tom & Jerry, One Piece, yaa...paling-paling Upin & Ipin.

Kadang aku sendiri berfikir, "Emang kalo kita udah gede gak boleh suka kartun gitu??" gak juga kan..menurutku itu masuk semacam hobi, dan yang namanya hobi itu gak bisa dibatasi ruang lingkup dan macamnya. So, menurut ku ini wajar-wajar aja.. Moreover, kalau mau difikir ulang sebenernya banyak hal-hal atau pelajaran yang bisa dipetik dari film-film kartun yang ku tonton. Misalnya aja si kuning kotak-Spongebob Squarepants- di balik ke konyolan yang sering ia perbuat bersama teman nya yang (juga) bodoh dia sering mengingatkanku akan selalu berbuat baik kepada setiap orang, siapapun itu!! tidak terkecuali orang yang jelas-jelas membenci kita. Dalam ceritanya si makhluk spons ini, Squidward lah contohnya. Dia juga yang menginspirasiku bahwa membuat seseorang bahagia (tertawa atau bahkan hanya tersenyum) dari berbuat baik kepadanya sampai perbuatan konyol yang kita lakukan akan terasa sangat menyenangkan di diri kita sendiri...

Selain si Spongebob ini, another cartoon yang sering memberiku inspirasi adalah kisah sekelompok bajak laut yang never give up dan (lagi-lagi) konyol. Yup! of course I'm talking about Luffy and his friends in One Piece. Banyak banget yang bisa kuambil dari kartun ini. Asal tau saja, cuma kartun ini yang bisa bikin diriku benar-benar tertawa berguling-guling melihat hal-hal konyol bin aneh bin onyoi yang mereka lakukan. Tapi kartun ini juga yang bisa bikin aku nangis termehek-mehek melebihi ibuku kalo lagi nonton sinetron. Many things I've got from them. Tentang persahabatan, tentang artinya rela berkorban tanpa mengharapkan imbalan atau yang sering kita sebut "ikhlas" untuk orang-orang terkasih kita ataupun untuk orang banyak, tentang semangat yang tidak pernah putus untuk mencapai cita-cita -man jadda wa jada-, melihat hidup sebagai sesuatu yang sangat menarik dan harus ditaklukan dan masih banyak yang lainnya.


Gak cuma si Spongi en si Luffy aja, tapi menurutku hampir semua kartun (paling tidak yang aku tonton) mengajarkan tentang hal-hal yang baik. Hal-hal yang bisa dipetik orang dewasa ataupun hal-hal yang memang ditujukan untuk anak-anak kecil, karena memang pada umumnya yang menonton kartun itu adalah anak-anak, seperti saling menghargai sesama teman, membantu orang tua, menjadi murid yang baik di sekolah, etc.Kadang kala juga, kartun menunjukkan sisi lain yang kadang kita -sebagai orang dewasa- melupakannya, seperti betapa polosnya anak-anak kecil itu, atau bahwa tidak ada yang salah ketika seorang anak ingin banyak bermain, karena memang segitulah tingkat berfikir mereka dan memang dunia seperti itulah yang mereka butuhkan : banyak bermain untuk mengenal dunia sekitarnya. Sangat ironi jika kita hubungkan dengan keadaan zaman sekarang dimana banyak orang tua yang rela mengorbankan masa-masa menyenangkan anak-anak mereka tersebut dan mensubtitusinya dengan pelajaran-pelajaran tambahan di luar kelas yang sangat padat. Padahal, kalau diingat-ingat dulu sewaktu kecil pun kita merasakan hal yang sama bukan??. Walaupun pada dasarnya kita memahami bahwa orang tua melakukan itu tidak lain dan tidak bukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan kit ajuga di masa mendatang. Mungkin hal ini bisa diseimbangkan dengan memberikan waktu yang seimbang untuk anak-anak antar bermain dan belajar, sehingga masa depan mereka bisa terjamin tanpa mengganggu hak mereka untuk bersenag-senang.

Jadi initinya, menurutku tidak ada yang salah dengan kartun, bahkan jika dikorelasikan dengan umur berapapun ketika kita menontonnya.So, Let's watch cartoon!!! ;D

Hanya Ingin Menulis..

Pagi ini tanpa sengaja saya berkeliling Jogja..
Tanpa sengaja..
Karena niat hati naik bis seperti biasanya, tapi kaki ternyata lebih memilih mengikuti kata hati sang empunya..
Hati yang sedikit tergelitik oleh rasa penasaran tentang apa-apa yang ada di sekelilingnya..
Maklum saja, setelah beberapa bulan tinggal di Jogja, berkendara ria dengan sepeda motor tua,
Sekarang diharuskan oleh keadaan untuk mencoba angkutan kota..
Tapi, saya tetap menikmatinya..
Memang, kadang kala kita harus melihat dari sudut yang berbeda untuk melihat "nilai" yang berbeda pula..
Banyak pandangan baru dari diri saya ketika menaiki bis kedua..
Ada kebingungan dan kecemasan di hati saya ketika tahu berada di daerah yang belum pernah saya jamah sebelumnya..
Sedikit panik pada awalnya, namun syukurlah Tuhan masih memberikan "tangan" Nya untuk menolong saya..
Keberanian yang terkubur di dalam sana akhirnya muncul juga jika terpaksa..
Saya bertanya.. dan mencoba..
Alhamdulillah..tak terjadi apa-apa..
Semua baik-baik saja dan ternyata apa yang selama ini saya takutkan memang tak pernah nyata adanya..
Dilanjutkan dengan bis ketiga di pagi yang sama..
Ada suatu hal yang sedikit menarik perhatian dan senyum saya..
Pak kondektur dan pak sopir yang sangat terlihat kompak berdua..
Si kondektur tak hentinya berteriak dengan lantang dan semangatnya..
Berusaha menarik penumpang sebanyak-banyaknya..
Sang sopir pun tak kalah gesitnya..
Dengan lincah tangannya memainkan setir kendalinya..
Kuperhatikan lebih dalam raut wajah keduanya..
Mereka tersenyum dengan ikhlas menjalankannya, seperti tak ada beban yang menggandulinya..
Yang terlihat hanya semangat yang membara..
Padahal mereka sudah tua..
Si kondektur, uban hampir menutupi seluruh bagian kepalanya..
Dan si sopir dengan muka tua dan kepala botaknya..
Mungkin teringat anak istri di rumah yang menunggunya..
Jadi hilanglah sudah semua lelahnya..
Melihat itu semua serasa disadarkan akan suatu hal..
Bahwa segala sesuatu memang telah ditentukan oleh yang Dia yang di atas sana..
Kita makhlukNya wajib berusaha dan berdo'a semampunya..
Serahkan hasil akhir pada yang berhak menentukannya..
Karena hanya Dia yang menciptakan yang tahu apa kelebihan dan kekurangan yang dianugerahkanNya kepada kita..
Dan kita wajib mensyukurinya..


Ya.. Everybody has their own unique.. =)

Note : entah kenapa aku sangat ingin menulis hal ini..
walaupun gak beraturan dan masih banyak kurang ini itu, aku tetap berharap..semoga, siapapun yang membacanya bisa menjalani hari di depanya dengan lebih baik memandang hidup..

(wrotten at 25 of May 2010)

Dialah Laki-Laki Itu

Satu sore di stasiun kecil namun hangat
Hangat oleh sinar mentari sore yang lembut membelai wajah
Bertambah hangat dengan hadirnya laki-laki itu
Entah, waktu itu rasanya beda, tak seperti biasanya..
Seperti kura-kura yang baru menyadari bahwa ia memiliki rumahnya sendiri
Padahal ia telah membawanya sejak lahir
Atau seperti ikan yang baru sadar bahwa ia bisa berenang
Aku pun baru menyadari hal yang sudah ada sejak aku datang ke dunia ini
Dalam hati menangis haru tanda syukur yang dalam
Tuhan..terima kasih tak terhingga untukMu yang telah memberikannya padaku
Ya!! Dialah laki-laki itu..
Tidak tampan, namun tak akan pernah bosan memandang wajahnya..
Senyum tulus penuh makna dengan tatapan teduh di matanya..
Walau beberapa gigi telah tanggal dari tempatnya..
Namun ia tetap terlihat begitu sempuna..
Tak ada caci maki atau sumpah serapah ketika ia dilanda musibah..
Hanya tutur kata lembut dan penuh arti yang keuar dari mulutnya..
Dia telah tunjukan komitmennya tentang Tuhan..
Bahwa hidup dan matinya benar-benar hanya untuk Tuhan yang menciptakannya..
Tak pernah ada keangkuhan megetahui asal-usul keluarganya..
Yang ada justru rasa tanggung jawab dan pengertian..
Sudah kutetapkan dalam hati, dialah orangnya..
Tak akan ada yang lain..
Tak akan ada yang bisa menggantikannya..
Walau saat itu dibarengi sebersit penyesalan telah melewatkan beberapa saat
Ingatanku kembali beberapa saat silam
Saat kupikir dia tak menyayangiku dengan memaksaku makan semua sayuran hijau itu
Atau ketika dia membiarkanku ketakutan oleh gelapnya malam di kamarku sendiri
Juga ketika ia mengurungku ketika tahu aku hujan-hujanan sepulang sekolah
Bahkan aku menyesali semua bantahanku terhadap disiplin yang ia suapkan paksa terhadapku
Baru kusadari sekarang bahwa semua itu bukti cintanya kepadaku..
Ya!!! Dialah laki-laki itu..
Dialah Abiku..
Abi tersayangku..

About Kulo

Rapi Bestari.

Nama yang cukup unik atau lebih terkesan aneh untuk sebagian orang, ini terindikasikan karena beberapa orang menanyakannya lebih dari 2x untuk memastikannya. Biasanya orang akan memakai huruf "F" untuk menggantikan posisi "P" di sana. Sejauh yang aku tahu, kalaupun benar-benar menggunakan "P", nama Rapi biasanya dipakai untuk nama laki-laki.di Sunda.

Bestari.

Kata kedua dari namaku ini cukup keren -yah, setidaknya menurutku- walaupun pada awalnya aku sendiri gak begitu faham apa artinya.Belakangan aku tahu bahwa Bestari benar-benar bahasa Indonesia asli yang kira-kira maknanya adalah "orang yang bertangan dingin di bidangnya".

Although lil' bit strange, finally I realize that I have to say thanks to my dad who has given me that name. B'coz of that uniquely name -or strange, whatever- most of people could remind me easily.My teachers, lectures, friends etc. I don't know, maybe it just like my father said that it's one of his purpose giving me that name. Beside as his prayer of course. He wish that I could be someone who can make my self (body and soul), my environment, my country, and my life to be "neat" by deeply meaning. Amiin.

Hmmm... sebenernya, hobiku bukan nulis, tapi lebih kepada coret-coretan gak jelas. Kalo dipikir-pikir semua hobiku gak jauh dari hal-hal yang dimiliki seorang pemalas, such as leyeh-leyeh, baca komik, nonton film, dengerin musik, en nyanyi-nyanyi gak jelas dengan suara yang sudah bisa ditebak. Fals.

Mungkin ada satu kegiatan yang lebih pantas disebut hobi. Masak. Yup! I really like cooking. very-very like it.Seru aja mencampurkan segala macam bahan makanan dan bumbu-bumbu untuk menjadikannya hasil karya yang benar-benar bisa dinikmati orang lain. Mungkin karna aku sendiri tipe orang yang suka makan, jadi hobiku yang satuini mendukungnya, hahaha.

But actually, the most interesting point from cooking is the happiness that comes into me when I saw others people enjoying my food and give their sincerity smile.It feels awsome!! Coz it means that they're enjoy my food. I think that Farah Quinn is the best in this case. That's why she's one of my idol..

I'm a cartoon lover!! Spongebob squarepants is the best, no matter what. hahaha..

Aku suka hal-hal konyol atau lucu..teman2ku bilang aku ini orang yang lucu  n punya selera humor yang cukup lumayan..sebenernya sih aku sendiri gak ngerasa gitu juga, tapi yah, itu kan pendapat mereka..mudah-mudahan lucu yang dimaksud mereka itu bukan yang seperti badut ancol...halaahh...

Udah ah, itu aja. ;D