Pages


Baitii.. Jannatii..

It still about my home.... I prefer to use "home" than "house" at the beginning,  I don't know why, maybe just because it sounds more friendly. In fact, after I know the difference between both of them I become more love that word. :)

Yup! berbicara tentang keluarga, pasti masih ada kaitannya dengan rumah yang kami tempati bersama. Dari kecil aku memang tidak pernah pindah rumah. Pernah suatu waktu ada wacana untuk pindah, kami (aku dan saudara-saudaraku) langsung memprotesnya. Entah, mungkin sudah ada ikatan batin antara kami dan si rumah, cieeee.
Banyak hal yang membuatku sangat berat meninggalkan gubuk tersebut. Eits, jangan salah, gubuk disini bukan merupakan majas litotes. Gubuk di sini benar-benar gambaran rumah kami yang kecil di pinggiran kota Jakarta. Selain lingkungannya, memori yang tercipta juga merupakan faktor utama mengapa ia begitu sulit ditinggalkan.

Gubukku itu memiliki lingkungan yang mungkin untuk sebagian orang dibilang weird. Dengan kanan-kiri berupa kebun, belakang empang, depan kali kecil dan kebun (lagi), tidak heran deskripsi itu dianggap aneh di kota padat bernama asli Batavia itu.

Tata Surya-ku

“Terlalu manis untuk dilupakan…untuk dilupakan..

Kenangan yang indah bersamamu, tinggalah mimpi..” 




Biasanya lagu slank itu didedikasikan buat pacar, kekasih, muhibbah, atau apapun itu sebutannya. Tapi rasa-rasanya kali ini penafsiranku sedikit berbeda
dengan orang kebanyakan. Gak cuma lagu slank yang itu aja, semua lagu cinta yang -sengaja atau nggak- mampir di telingaku, pronounnya  pasti refers to mereka: keluargaku. Dari “I Will Be” nya Avril sampe “Just The Way You Are” nya Bruno Mars semuanya untuk mereka.

Memang, belakangan ini aku sedang merasa care banget sama mereka, merasa patut lebih bersyukur lagi telah dianugerahi mereka semua. Mungkin pengaruh homesick kali ya… I do really-really love them (dan seharusnya itu jadi hal yang wajar kan?). Aku selalu menganggap keluargaku adalah keluarga yang sempurna dengan segala kekurangan di dalamnya, “there’s no a thing that I would change” kalo kata si Bruno sih kayak gitu.

Satu minggu lebih terasa sangat singkat jika dihabiskan bersama mereka. Bahkan jika dihabiskan hanya dengan hal-hal rutin dan sepela. Jauh berbeda dengan menghabiskannya di ruang kuliah (ya iyalah!). Jadi inget analogi maz Huda tentang waktu dan kue. Jika waktu diibaratkan kue, maka satu minggu lebih kemarin adalah kue terenak yang pernah kumakan selama ini. Sayangnya, berapapun jumlah uang dan usaha yang kita keluarkan, kita tidak akan bias mendapatkan kue yang persis “sama”.

Keluargaku. Masing-masing individu

Firework

Do you ever feel like a plastic bag
Drifting throught the wind
Wanting to start again

Do you ever feel, feel so paper thin
Like a house of cards
One blow from caving in

Do you ever feel already buried deep
Six feet under scream
But no one seems to hear a thing

Do you know that there's still a chance for you
Cause there's a spark in you

You just gotta ignite the light
And let it shine
Just own the night
Like the Fourth of July

Cause baby you're a firework
Come on show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
As you shoot across the sky-y-y

Baby you're a firework
Come on let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
You're gonna leave 'em fallin' down-own-own

You don't have to feel like a waste of space
You're original, cannot be replaced
If you only knew what the future holds
After a hurricane comes a rainbow

Maybe you're reason why all the doors are closed
So you could open one that leads you to the perfect road

Like a lightning bolt, your heart will blow
And when it's time, you'll know

You just gotta ignite the light
And let it shine
Just own the night
Like the Fourth of July

Cause baby you're a firework
Come on show 'em what you're worth
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
As you shoot across the sky-y-y

Baby you're a firework
Come on let your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
You're gonna leave 'em all in awe-awe-awe"


Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
It's always been inside of you, you, you
And now it's time to let it through

Cause baby you're a firework
Come on show 'em what your worth
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
As you shoot across the sky-y-y

Baby you're a firework
Come on slet your colors burst
Make 'em go "Oh, oh, oh!"
You're gonna leave 'em all in awe-awe-awe

Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
Boom, boom, boom
Even brighter than the moon, moon, moon
 

A La Folie Pas Du Tout

It was the first France movie that I’ve watched. 2004 movie. In English, the title will be “He Loves Me, He Loves Me Not”. My friend who suggested to watching the movie has worn me that the movie is a little bit strange and confusing, but I still enjoyed it until half of it. And it became more interesting from the last half till the end. The main actor and actress are Samuel Le Bihan and Audrey Tautou. They were so great in act. This movie is talking about love, unordinary love.

I guess for the first time when you watch it, you will think that “what a romantic couple they are!”

Meneracau Di Atas Kereta

Lagi-lagi di kereta, Hmm..sejak memantapkan diri jadi bagian kota budaya dan kota pelajar ini aku jadi sering “main” ke stasiun, bolak-balik rumah-sekolah, dan entah untuk yang keberapa kalinya aku menaiki si ular besi ini. Bagi diriku sendiri, banyak perasaan emosional yang tercipta di atas gerbong ini, dari sedih, senang, haru, kasihan, sebel, ngantuk, capek, dan bosan.

kata mbah gugel sih ini gmbar keretanya.
Banyak juga kejadian aneh yang sudah kualami disini, dari tragedi diinjek bencong, jadi “actor film action”, sampe tersedu sedan terharu mendengarkan karya sastrawan besar WS Rendra “Sajak Sebatang Lisong” yang dibawakan dengan sangat bagus oleh para seniman jalanan, ah, mungkin mereka seniman gerbong. Whatever.

Sore ini, aku naik kereta dengan perasaan lain, galau (huek, bahasanya..) Gak tau juga apa sebenarnya yang dikhawatirin, mungkin keadaan simbah yang kutinggalkan, mungkin juga yang lain. Tau deh, biasanya kalo dah melo-melo gini

Yang Berbeda

Lagi, manusia berencana, dan Dia lah penentu segalanya. Rencananya liburan semester ganjil yang sangat singkat ini sudah kususun sedemikian rupa sehingga tak ada waktu yang terbuang percuma (halah!). Rindu akan rumah kecil di sudut kota yang penuh sesak dengan penduduk itu mengambil porsi terbanyak diantaranya. Tapi ternyata Dia berkata lain, “Hey kamu, anak manusia yang masih sangat sedikit amalnya, Kuberi kamu satu kesempatan untuk menambah “bekal” mu menghadapKu kelak. Pergilah, rawat dan sayangilah dua orang tua renta di sudut desa itu, merekalah orang yang sesungguhnya paling mencintai ibumu, pemilik telapak kaki surgamu”. Begitulah. Mau tidak mau, melangkah juga kaki ini ke sumur pahala itu. Berharap itu salah satu kesempatan yang diberikan olehNya untuk mensubtitute dosa-dosaku yang bejibun itu, hehehe…

Di sanalah, akhirnya kuhabiskan empat hari pertama libur singkatku. Hmm...banyak hal yang kuperhatikan tidak berubah sejak terakhir kali ku kesana, lebaran tahun lalu, tapi banyak juga yang sebaliknya.

Visiting Bank of Indonesia

Tuesday, 8 February 2011

Here we are, me and some of my friends from ForSEI (Forum Studi Ekonomi Islam) visited Bank of Indonesia which I located in 0 kilometer of Yogyakarta. Yup, it’s placed in the most crowded area of this culture and student city. The building was looked so amazing from the outside, everybody said that it was heritage from the colony, Dutchman.

It was the first time I visit that building. I often back towards in front of that building, but I never enter it even for once before, hehehe. I was so lazy for the first time. If not because my best friend asked me to accompany her, maybe I wouldn’t go at that time, hehe (dasar pemalas!!)

Not bad, I got pretty fair reward for fighting my laziness. Here are some informations that I got from our visiting study, some of them are new for me. Check ‘em out :

· BI isn’t like a common bank which is being a mediator between the debtor and the creditor. But the obligation of BI is to supervise all of bank in Indonesia. (hellooooo pi, I think everyone has known about it).

· There are five main rights of BI are : to make a rule, to give a permit or a policy, to supervise, and to give a fine if there’s a break of law.

· Why is BI become an important institution in our country? Because more than 85% regulation money in Indonesia centralize in

Duh Gusti...

Berawal dari keingintahuanku tentang apa yang sebenarnya membuatku berbeda dengan mereka. Bertanya tentang hal-hal kecil kepada satu dan beralih ke yang lainnya. Mencoba menangkap, memahami, membandingkan, dan memvonis diriku sendiri selama ini. Salahkah? kelirukah? tersesatkah?

Walaupun tidak sedikit paksaan yang datang, juga tarik ulur yang menjemukan. Banyak hal baru kutemui, kesadaran nyata kurasai, kebenaran haqiqi pun kujumpai.Yang ternyata semua itu sangat sulit untuk dijalani...

Duh, Gusti....
Tolong bimbing hati nurani ini...

Bakmi Jowo (Bakmi Nyeme')

Semalem ngacak-ngacak dapur lagi sama bulik.. :D
Nyoba masak Bakmi Jowo yang suka ada di pinggir jalan itu lho....hehehe
mo nyoba bikin juga?monggo..
mm..yummy... :p~




Bahan-bahan :

  • Bihun 1 pck
  • 3 butir telur
  • 3 ikat sawi hijau
  • Separuh kol (kubis)
  • Bakso 1 pck
  • Ayam (secukupnya)
  • Daun bawang
  • Bawang goreng
  • Air panas secukupnya


Bumbu-bumbu :

  • Lada secukupnya
  • Biji pala secukupnya
  • 3 siung bawang putih
  • 6-7 kemiri utuh
  • Garam