Baitii.. Jannatii..
It still about my home.... I prefer to use "home" than "house" at the beginning, I don't know why, maybe just because it sounds more friendly. In fact, after I know the difference between both of them I become more love that word. :)
Yup! berbicara tentang keluarga, pasti masih ada kaitannya dengan rumah yang kami tempati bersama. Dari kecil aku memang tidak pernah pindah rumah. Pernah suatu waktu ada wacana untuk pindah, kami (aku dan saudara-saudaraku) langsung memprotesnya. Entah, mungkin sudah ada ikatan batin antara kami dan si rumah, cieeee.
Banyak hal yang membuatku sangat berat meninggalkan gubuk tersebut. Eits, jangan salah, gubuk disini bukan merupakan majas litotes. Gubuk di sini benar-benar gambaran rumah kami yang kecil di pinggiran kota Jakarta. Selain lingkungannya, memori yang tercipta juga merupakan faktor utama mengapa ia begitu sulit ditinggalkan.
Gubukku itu memiliki lingkungan yang mungkin untuk sebagian orang dibilang weird. Dengan kanan-kiri berupa kebun, belakang empang, depan kali kecil dan kebun (lagi), tidak heran deskripsi itu dianggap aneh di kota padat bernama asli Batavia itu.









