Pages


Tampilkan postingan dengan label home. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label home. Tampilkan semua postingan

"Ketika", bukan "Setelah"

Bener banget, inna ma’al ‘usri yusroo..setelah datang kesulitan, pasti ada kemudahan. Setidaknya, ayat ini selalu membuat hati menjadi tenang saat permasalahan datang bertubi-tubi di hidup saya. Walaupun, saya akui, kadang kesadaran dan ingatan akan kebenaran ayat tersebut sangat lambat datangnya. Ketika permasalahan itu telah menemui titik terangnya -walau hanya sedikit- barulah hati merasa tenang dan merasa malu mengingat-ingat ketidaksabaran diri ini dari awal. Padahal, orang bisa dinilai sabar atau tidak adalah KETIKA permasalahan itu datang, bukan SETELAH melaluinya. Manusiawi? mungkin…anggap saja demikian untuk pembelaan sampai detik ini.

Tapi bukankah manusia selalu ingin menjadi lebih baik?begitu pula saya dalam hal ini. Ingiiiin rasanya ketika menghadapi suatu masalah tidak lantas berkecil dan bersedih hati, tidak lantas minta bantuan atau sekedar nasihat dari orang tua. Ingiiiin rasanya menyelesaikan itu semua tanpa harus merepotkan orang lain. Ah, mungkin ada masanya nanti. Mudah-mudahan saya masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk merasakannya. Amin.

Sekarang, hati saya sedikit lega dari masalah-masalah itu. Sepele, mungkin. Tapi cukup membuat saya tidak nyenyak tidur semalaman. Salah satunya, adalah penyakit yang baru-baru ini saya lewati : cacar. Saya ulangi, ini hanya salah satu penyebab insomnia sehari itu. Saya masuk hitungan terlambat untuk terinfeksi virus Varicella ini. Kata dokter, virusnya mewabah sekitar bulan September-Oktober kemarin, tapi, saya malah mengalaminya setahun, alias dari akhir Desember 2011 samai awal Januari 2012, hihihi. Dan yang paling menyebalkan adalah : kebanyakan dari lentingan air itu muncul di wajah, aaarrrgghh…. Menyebalkan sekali rasanya waktu itu. Saking banyaknya, saya pesimis bisa dikenali teman-teman saya sendiri kalau nekat pergi ke kampus.

Yaa.. Begitulah.. :)

Liburan singkat tiga hari kemarin, saya hanya melakukan beberapa hal di rumah. Selain bermanja-manja ria sama keluarga, ada beberapa hal yang "nyantol" di hati. jiaaahhh.... :D

Hal perama adalah perburuan tiket kereta api. Tidak seperti biasanya, kalo mau naik kereta api sekarang itu nggak semudah kayak tempo doeloe. Kalo jaman dulu, kapan aja mau berangkat, tinggal beli tiketnya. Kalo pake kereta rakyat a.k.a kelas ekonomi, asal mau berdiri atau duduk di bawah, sebanyak apapun penumpangnya pasti keangkut deeeh. Sekarang?? Oooww..tidda bissaaaa... walaupun cuma pulang sehari, tapi sebisa mungkin pesen tiketnya sebulan sebelumnya, ckckck..
Nyari tiket buat balik ke Jogja tanggal enam kemarin emang gila-gilaan. Di jatinegara abis, di Ps.Senen abis. Mau kereta rakyat atau kereta konglomerat semua tiket udah pada abis. Walaupun nggak tau juga sampenya ke tangan calon penumpang langsung atau ke calo. Akhirnya nekat nyari ampe ke Bekasi. Pikir -bodoh- saya kemarin itu, Bekasi kan jumlah penduduknya nggak sebanyak jakarta. #Eh pliiisss deh piii...dikit nya Bekasi juga udah mirip-mirip Jakarta kaleee... Yah, akhirnya perjalanan pertama saya pake Komuter Jabodetabek kemarin sia-sia. Karena akhirnya tetep aja nggak dapet, beralihlah ke model transportasi lain : bus.

Eh tapi nggak sia-sia juga ding. Kalo nggak nyari ampe Bekasi belum tentu saya nyobain naik Komuter. Nggak lucu aja, orang Jakarta tapi belum pernah nyobain Komuter Jabodetabek itu.

untittled

kata orang, bahagia itu..
ketika kau telah berada dalam kenyamanan,
namun masih ada sesuatu yang menggelitik di sudut hatimu...

ya, kurasakan perasaan itu beberapa waktu yang lalu..
mengingatnya membuat wajah bersemu malu..

tapi, mungkin tak selamanya begitu..
keadaan yang sama boleh jadi memiliki arti yang berbeda,
bukan begitu?

adakalanya rasa yang menggelitik itu berubah menjadi pilu,
pilu yang menjelma menjadi ragu...
ragu yang menghantuiku di setiap waktu,
dan membuatku berfikir, aku takkan pernah tahu.

bukan, bukan ragu akan dirinya,
bukan pula ragu akan kehendak-Nya,
diri inilah yang dipertanyakan kelayakannya..

mungkinkah semua akan baik saja?
meskipun kusadar ada banyak sekali hal berbeda?

mungkinkah memang begini jalannya?
jalan yang ditempuh si itik buruk rupa?

mungkinkah?
si punuk hanya akan selalu merindukan sang purnama?

News Update.. :D

Hahaha..judul postingannya udah kayak salah satu programnya Gen fm aja neh..tapi news update yang ini beda...yang diupdate cuma berita tentang si empunya blog ini. Hmm..buat moderasi komentar, aku pilih cuma dipakai buat postingan yang lebih dari 14 hari, nah..ternyata udah ada 3 komentar yang ngantri dimoderasiin di postingan terakhirku, it's meaaaannn...blog ini udah nggak diapdet kira2 14 hari lebih alias dua minggu boooo....mbing....nyeeett..#ups! hahahaha...

Ennnn...satu dari dua komen terakhir itu dari si iam yang bunyinya gini "Mbak, banyak debunya nih blognya, ayo mbak posting lagi, biar seger lagi :D*joget2*". Bukaaaan sodara-sodara, bukan karena aku nurutin permintaan dia buat mosting baru, tapi inisemua semata-mata karena nggaktahan ngebayangin siiamjoged2 ala india (mungkin?)wahahah...peace ya am..^^v.Nggak ding, aku juga sebenernya dah kangen ama dunia perblogingan, tapi karena keterbatasan waktu dan alat, jadi yaa...belumsempet lagi, hehhehe...maafkan ya..*bow*

Okeh, posisiku sekarang emang lagi di rumah, di cibubur, yang deket bogor itu lhoooo (gak penting). Ceritanya lagi liburan gitu..dua bulanan gitu ampe abis lebaran. Yaaahh..jadi pulang aja deh. Liburan ini sama kayak liburan kemaren-kemaren, nggak neko-neko. Palingan jalan ke rumah temen, janjian en ngobrol-ngobrol aja panjang lebar. Akunya emang termasukjenis makhluk yang nggak begitu suka jalan-jalan juga ama temen-temen cewek, seringnya sih karena faktor minder yang lumayan sering muncul nggak tau diri, selebihnya aku males, karena pasti ujung-ujungnya belanja, belanja, dan belanja. Mending kalo yang dibelanjain itu barang yang berguna, kadang sama sekali bukan barang yang kubutuhin. Mending stay di suatu tempat terus bertukar cerita kan? :D

Nasi Liwet



As I said in my previous posting Tata Surya-ku, the most memorable thing in my last short holiday was when we were got "nasi liwet" as our breakfast. I would like to share how to make it, here we go :

All you need :
  • Rice
  • Water
  • Garlic
  • Salam Leaf
  • Sereh
  • a little of cooking oil
  • Salt
The equipment are :


  • A pan
  • An useless cover of the pan
  • A stove
How to make it :

Baitii.. Jannatii..

It still about my home.... I prefer to use "home" than "house" at the beginning,  I don't know why, maybe just because it sounds more friendly. In fact, after I know the difference between both of them I become more love that word. :)

Yup! berbicara tentang keluarga, pasti masih ada kaitannya dengan rumah yang kami tempati bersama. Dari kecil aku memang tidak pernah pindah rumah. Pernah suatu waktu ada wacana untuk pindah, kami (aku dan saudara-saudaraku) langsung memprotesnya. Entah, mungkin sudah ada ikatan batin antara kami dan si rumah, cieeee.
Banyak hal yang membuatku sangat berat meninggalkan gubuk tersebut. Eits, jangan salah, gubuk disini bukan merupakan majas litotes. Gubuk di sini benar-benar gambaran rumah kami yang kecil di pinggiran kota Jakarta. Selain lingkungannya, memori yang tercipta juga merupakan faktor utama mengapa ia begitu sulit ditinggalkan.

Gubukku itu memiliki lingkungan yang mungkin untuk sebagian orang dibilang weird. Dengan kanan-kiri berupa kebun, belakang empang, depan kali kecil dan kebun (lagi), tidak heran deskripsi itu dianggap aneh di kota padat bernama asli Batavia itu.