Pages


ลาก่อน

jogja
kota sejuta cerita,
seribu tawa, canda, juga cinta...

fajarnya menawarkan kedamaian
teriknya menyemarakkan perjuangan
senjanya manghadirkan kesyahduan
dan gelapnya memanjakan kerinduan

di tepian kota ini aku mengenalmu
mengenalmu dan mengenal jogjaku,
semua terasa menyatu..
sendu, pilu, namun syahdu

ada kalanya salah melangkah,
pun juga kehilangan arah
namun mengingatnya,
tetap kurasa indah..

malam ini, hati tak tentram
tak dapat terpejam dalam pekat malam
sepanjang jalan lampu temaram
terus berlinang, tak kuasa memendam

entah kapan kau pijakkan kaki di kota ini lagi
atau mungkin tak kan pernah walau sekali?

jogja
kota sejuta cerita,
seribu tawa, canda, juga cinta...

Que sera, sera..

Yogyakarta, May 22, 2013 

How Old is Your Soul?

Saya setuju dengan salah satu lirik lagu abang Jason Mraz (I won't give up) yang bunyinya sama kayak judul postingan ini.

Kadang kita memang harus bertanya (dan menjawab secara jujur) pada diri kita sendiri, "berapa usia jiwamu" #arti harfiah#. Bukan dihitung dengan berapa banyak revolusi bumi terhadap matahari yang telah kita lalui. Usia jiwa kita tidak bisa diukur semudah itu.

Lalu bagaimana?

Saya juga tidak tau pastinya, tapi saya pikir beberapa pertanyaan ini mungkin bisa mewakili, seperti
seberapa sabarkah kita menghadapai hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi,? seberapa bersyukurkah kita untuk setiap anugerah yang kita terima dariNya?, seberapa keraskah usaha kita mendapatkan apa yang kita inginkan?, atau, seberapa lapangkah hati dan fikiran kita menghargai perbedaan?

sudahkah bertanya?


Quote of the day : "when you think your life ends, it ends".

Half of me...

wahai bulan..
mengapa engkau pucat pasi?
kecewakah kau pada matahari?
atau bosan dirindui punuk ini?

maaf bulan..
mungkin sudah garisnya si punuk terus merindu,
dan tanpa sadar tlah mengganggu..

maaf bulan..
untuk segala tingkah laku,
yang tak sengaja membuatmu pilu...


Sedayu, 1 Juli 2012 (22:23 pm)