Uang Mainan
Ada yang tau uang mainan? Iya..uang mainan atau uang-uangan. Kadang dipakai untuk bermain monopoli, atau dibuat gantungan kunci setelah dilaminating. Awalnya, uang-uang mainan itu jauh berbeda dari aslinya. Dari bentuk dan warnanya. Sekali lihat atau pegang saja, kita bisa langsung tahu kalau itu bukan uang sungguhan. Tapi tekhnologi semakin canggih. Bukan hanya untuk kebaikan, pun demikian untuk kejahatan. Dan itu juga berefek pada uang mainan yang sedang saya bahas ini.
Beberapa hari yang lalu saya sempat terkejut sewaktu menyapu lantai rumah. Di bawah rak buku adik sepupu saya yang masih duduk di kelas 6 SD, saya menemukan uang ratusan ribu dan lima puluh ribuan berserakan dalam jumlah yang sangat banyak. Saya langsung lapor ke bulik yang ada di warung dengan wajah serius. Bukannya ikut pasang wajah serius, bulik malah terkekeh-kekeh. Ealaaahh..ternyata itu cuma uang palsu a.k.a mainan, priceless. Iya sih, saya hanya melihat sekilas saja, belum sempat menyentuh apalagi memerhatikannya dengan seksama. Setelah saya teliti, nominalnya memang betuliskan “seratus ribu saja” bukan “seratus ribu rupiah”. Hoalaaahh…. Eh, tapi sekilas memang sangat sangat sangat mirip kok sama aslinya. Tekstur kertasnya juga hampir mirip dengan aslinya, hanya saja, yang ini sedikit lebih licin.
Awalnya saya juga tidak begitu peduli dengan uang mainan-uang mainan itu. Tapi ternyata, satu cerita dari bulik, mengejutkan saya.
Beberapa hari yang lalu saya sempat terkejut sewaktu menyapu lantai rumah. Di bawah rak buku adik sepupu saya yang masih duduk di kelas 6 SD, saya menemukan uang ratusan ribu dan lima puluh ribuan berserakan dalam jumlah yang sangat banyak. Saya langsung lapor ke bulik yang ada di warung dengan wajah serius. Bukannya ikut pasang wajah serius, bulik malah terkekeh-kekeh. Ealaaahh..ternyata itu cuma uang palsu a.k.a mainan, priceless. Iya sih, saya hanya melihat sekilas saja, belum sempat menyentuh apalagi memerhatikannya dengan seksama. Setelah saya teliti, nominalnya memang betuliskan “seratus ribu saja” bukan “seratus ribu rupiah”. Hoalaaahh…. Eh, tapi sekilas memang sangat sangat sangat mirip kok sama aslinya. Tekstur kertasnya juga hampir mirip dengan aslinya, hanya saja, yang ini sedikit lebih licin.
Awalnya saya juga tidak begitu peduli dengan uang mainan-uang mainan itu. Tapi ternyata, satu cerita dari bulik, mengejutkan saya.
