"Ketika", bukan "Setelah"
Bener banget, inna ma’al ‘usri yusroo..setelah datang kesulitan, pasti ada kemudahan. Setidaknya, ayat ini selalu membuat hati menjadi tenang saat permasalahan datang bertubi-tubi di hidup saya. Walaupun, saya akui, kadang kesadaran dan ingatan akan kebenaran ayat tersebut sangat lambat datangnya. Ketika permasalahan itu telah menemui titik terangnya -walau hanya sedikit- barulah hati merasa tenang dan merasa malu mengingat-ingat ketidaksabaran diri ini dari awal. Padahal, orang bisa dinilai sabar atau tidak adalah KETIKA permasalahan itu datang, bukan SETELAH melaluinya. Manusiawi? mungkin…anggap saja demikian untuk pembelaan sampai detik ini.
Tapi bukankah manusia selalu ingin menjadi lebih baik?begitu pula saya dalam hal ini. Ingiiiin rasanya ketika menghadapi suatu masalah tidak lantas berkecil dan bersedih hati, tidak lantas minta bantuan atau sekedar nasihat dari orang tua. Ingiiiin rasanya menyelesaikan itu semua tanpa harus merepotkan orang lain. Ah, mungkin ada masanya nanti. Mudah-mudahan saya masih diberi kekuatan dan kesempatan untuk merasakannya. Amin.
Sekarang, hati saya sedikit lega dari masalah-masalah itu. Sepele, mungkin. Tapi cukup membuat saya tidak nyenyak tidur semalaman. Salah satunya, adalah penyakit yang baru-baru ini saya lewati : cacar. Saya ulangi, ini hanya salah satu penyebab insomnia sehari itu. Saya masuk hitungan terlambat untuk terinfeksi virus Varicella ini. Kata dokter, virusnya mewabah sekitar bulan September-Oktober kemarin, tapi, saya malah mengalaminya setahun, alias dari akhir Desember 2011 samai awal Januari 2012, hihihi. Dan yang paling menyebalkan adalah : kebanyakan dari lentingan air itu muncul di wajah, aaarrrgghh…. Menyebalkan sekali rasanya waktu itu. Saking banyaknya, saya pesimis bisa dikenali teman-teman saya sendiri kalau nekat pergi ke kampus.