Bisa Ala Biasa
Pribahasa yang sangat sangat sangat sering kita dengar. Tapi, emang bener kaannn…banyak hal yang bisa kita lakukan setelah kita terbiasa melakukannya, walaupun pada beberapa kasus awal mulanya terpaksa. Banyak hal yang bisa kujadikan contoh untuk membuktikan pribahasa itu dari hal-hal yang telah kualami sendiri.
Kayaknya aku dah pernah cerita tentang how struggle I learn to ride a bike was. Karena keadaan yang menuntutku bisa naik motor, mau nggak mau aku belajar dengan keras dan membiasakan mengendarainya setiap pagi. Jatuh tiga kali dlam sebualn pertama tidakmenyurutkan niatku, toh akhirnya sekarang mah udah lancarrrrrr…
Tinggal di tempat yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya pun demikian. Orang yang biasa hidup di kota atau keramaian akan sangat tidak betah jika tiba-tiba disuruh tinggal di tempat simbahku yang notabene masih pedesaan dan sangat sangat sepi, tidak ada tempat hiburan. Tapi kenapa penduduk di sana kelihatannya sangat senang dan menikmati semuanya? Tidak lain karena mereka telah terbiasa dengan itu semua. Bahkan mereka akan sangat merindukannya jika tiba-tiba mereka pergi jauh ke kota misalnya.
Beberapa hari yang lalu seorang teman minta diajarin masak. Aku juga bingung bagaimana caranya ngajarin masak? Karena seingatku aku pun tidak mahir dalam hal itu. Bisa sih, tapi ya standar-standar aja. Kembali teringat olehku saat aku mengajukan pernyataan yang sama kepada umiku. Beliau, walaupun sudah expert dalam bidang masak-memasak, ya sama, bingung juga. Tapi beliau pernah bilang, kalau masak itu nanti juga akan bisa dengan sendirinya. Awalnya aku ragu, masa iya ujug-ujug bisa?. Ternyata memang benar, dengan sendirinya kita akan bisa, tapi bukan ujug-ujug cling! melainkan karena kita yang terpaksa terbiasa, makanya jadi bisa.
Kayaknya aku dah pernah cerita tentang how struggle I learn to ride a bike was. Karena keadaan yang menuntutku bisa naik motor, mau nggak mau aku belajar dengan keras dan membiasakan mengendarainya setiap pagi. Jatuh tiga kali dlam sebualn pertama tidakmenyurutkan niatku, toh akhirnya sekarang mah udah lancarrrrrr…
Tinggal di tempat yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya pun demikian. Orang yang biasa hidup di kota atau keramaian akan sangat tidak betah jika tiba-tiba disuruh tinggal di tempat simbahku yang notabene masih pedesaan dan sangat sangat sepi, tidak ada tempat hiburan. Tapi kenapa penduduk di sana kelihatannya sangat senang dan menikmati semuanya? Tidak lain karena mereka telah terbiasa dengan itu semua. Bahkan mereka akan sangat merindukannya jika tiba-tiba mereka pergi jauh ke kota misalnya.
Beberapa hari yang lalu seorang teman minta diajarin masak. Aku juga bingung bagaimana caranya ngajarin masak? Karena seingatku aku pun tidak mahir dalam hal itu. Bisa sih, tapi ya standar-standar aja. Kembali teringat olehku saat aku mengajukan pernyataan yang sama kepada umiku. Beliau, walaupun sudah expert dalam bidang masak-memasak, ya sama, bingung juga. Tapi beliau pernah bilang, kalau masak itu nanti juga akan bisa dengan sendirinya. Awalnya aku ragu, masa iya ujug-ujug bisa?. Ternyata memang benar, dengan sendirinya kita akan bisa, tapi bukan ujug-ujug cling! melainkan karena kita yang terpaksa terbiasa, makanya jadi bisa.