Pages


My First Flight

Dari kecil sampe sekarang aku memang belum pernah naik pesawat. Ingin sekali padahal. Bahkan sampai sering memimpikannya. Sebut saja aku udik. Biarin, memang begitu adanya kok, hehehe. The fact is aku ingin naik pesawat.

Aku berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. Alhamdulillah semuanya cukup. Tidak kurang dan tidak lebih. Tapi itu semua harus dijaga keseimbangannya. Kalau tidak mau keadaan yang tidak diinginkan datang. Kata abiku ini semua memang tentang keseimbangan. Entahlah. Yang jelas, bagi kami -aku dan keluargaku-, naik pesawat adalah salah satu hal yang bisa mengacaukan keseimbangan itu. Karena memang most of our family live in java island.Biasanya pilihan jatuh pada kereta atau bis.Ups!! kecuali abiku. Yup, beliau memang

Good Place

I don't know what I'm doing here
How I landed in this space
But it's a good place

And I don't wanna mess it up
Make mistakes or say too much
'Cause it's a good place

You find it
You hold it
You feel its grace

These are words I wanna say
Every hour of every day
These are words that say how good it feels
To be here with you today
I hope it's not too late (I hope it's not too late)
I hope it's not too late

I've been silent up to now
I've been going with the flow
Wherever that goes

But something's screaming down inside
Makes me want to close my eyes
And hear the echo

You find it
You know it
Don't make it wait

Train and Another Foolness

Sudah kubilang, aku merasa banyak hal gokil, gila, dan aneh yang terjadi dalam hidupku. Entah perasaanku saja atau memang benar adanya. Ada beberapa kejadian di atas kereta api ekonomi (well, emang sering bolak balik naik ini sih..) yang membuatku terkikik geli setiap kali aku mengingatnya. Aku memang hampir selalu menggunakan si ular besi ini setiap kali bepergian jauh seperti ke rumah simbah dan saudara-saudara di luar Jakarta. Kami -aku dan kedua kakakku- selalu excited setiap kali pergi ke rumah simbah. Bukan karena ketemu mbahnya, tapi karena naik kereta apinya, hihihi. Gak tau kenapa, suka aja.

Jejingkrakan sebelum berangkat itu pasti. Walaupun akhirnya baru naik sebentar juga kita semua langsung pada, hehehe.. namanya juga anak kecil. Tak peduli seberapa sesaknya kereta yang akan kami naiki, aku tetap senang. Dan kami selalu berebut kursi yang paling pojok dekat jendela (kalo kebagian bangku) yah..maklum saja, di kereta api kelas ekonomi bangkunya bebas milih. Ciri khas lain dari kereta ini adalah bisa dikira-kira bahwa jumlah pedagang asongan dkk sama jumlahnya bahkan mungkin lebih dari penumpang kereta itu sendiri. Dan lagi-lagi aku suka!! Pernah beberapa kali naik kereta bisnis, tapi yah...tidak begitu menyenangkan, sepi. Pokoknya so much fun lah di economy class. ;D

Contohnya saja perjalananku ke Jakarta waktu libur semester satu